Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Manfaat daun pepaya untuk pemeliharaan air kolam pada budidaya ikan

Masalah di kolam ikan budidaya

Salah satu masalah yang utama dalam budidaya ikan dalam kolam, jenis kolam apapun itu, adalah bagaimana caranya agar kualitas air yang kita gunakan sebagai media tempat berkembangnya ikan terjaga.

Tidak mungkin kita dapati air kolam yang dihuni oleh ikan, misalnya ikan lele akan senantiasa bersih selamanya. Kenapa? Karena ikan setiap hari makan dan membuang kotorannya. Kotoran itulah yang membuat kualitas air menurun. 

Sisa makanan dari ikan yang menumpuk juga ikut andil dalam menuruunkan kualitas air, dengan kata lain membuat air semakin butek (keruh).

Air yang kualitasnya kurang baik contohnya yaitu air yang banyak polutannya, banyak zat terlarut, memiliki pH tidak sesuai, memiliki kandungan oksigen terlarut yang rendah. Banyaknya kotoran dan sisa pakan di dasar kolam bisa memicu semua hal itu terjadi.

Dampaknya?

Dampaknya ikan bisa megap-megap (kurang oksigen), munculnya berbagai macam penyakit yang bisa berasal dari virus atau bakteri. 

Kalau semua itu sudah muncul, maka ikan akan sakit dan mati satu demi satu, atau malah berjamaah. Akhirnya kita yang akan merugi sendiri dan membuat usaha kita hancur.

Maka dalam budidaya ikan dalam kolam, kontrol kualitas air adalah satu hal yang paling utama.

Beberapa sistem kontrol air kolam

Ada banyak metode yang sudah ditemukan oleh para ahli dalam mengontrol air dalam kolam. Dari semua sistem itu ada plus dan minusnya masing-masing. Contohnya adalah sistem kontrol air kolam dengan metode RAS (Recirculating aquaculture system), yaitu sistem kontrol kualitas air yang menggunakan terus menerus air yang ada namun air dialirkan secara terus menerus juga untuk difilter secara fisika dan biologi serta disuplai oksigen terlarutnya terus menerus.

Dalam metode RAS ini air akan selalu bening dan bersih karena disirkulasi dan difilter terus menerus.

Contoh lainnya adalah bioflok. Bioflok di sini dilakukan dengan tujuan membuat polutan dalam air kolam yang banyak yang terlarut menjadi flok atau gumpalan-gumpalan yang membuat kualitas air terjaga. Selain itu flok juga bisa dimakan oleh ikan sebagai tambahan nutrisi. 

Dalam metode bioflok ini air akan berwarna coklat agak keruh karena ditambahkan dengan banyak bahan dan diaerasi seperti pengolahan limbah cair.

Dua contoh sistem kontrol air di atas bagus, namun butuh biaya yang cukup dalam pengadaan alatnya, terutama bagi kita para pemula yang hanya ingin melihat ikan kita heppi namun tanpa mengeluarkan modal besar, plus belum begitu paham dan ingin mengaplikasikan teknik budidaya yang kompleks. 

Ilmu umum kontrol kualitas air kolam ikan dengan daun pepaya

Salah satu ilmu atau kearifan lokal dalam budiaya ikan dalam kolam adalah penggunakan daun pepaya untuk memperbaiki kualitas air kolam ikan.

Caranya bermacam-macam. Ada daun pepaya yang dipotong saja lalu dilempakan ke kolam ikan. Ada juga yang daun pepaya tersebut diblender lalu diberikan langsung ke kolam.

Dengan melakukan hal ini, air kolam akan menjadi kelihatan lebih bening dan padatan terlarut akan sedikit demi sedikit mengendap ke dasar kolam.

Penggunaan daun pepaya sebagai pengontrol kualitas air ini sangat jitu menurut saya, karena kita menggunakan bahan alami untuk ikan-ikan yang akan kita makan sendiri. 

Kandungan daun pepaya dan fungsinyan pada kolam ikan

daun pepaya, sumber link gambar: tirto.id

Dalam daun pepaya terkandung getah putih yang di dalamnya terdapat enzim. Enzim adalah zat biologis yang merupakan alat khusus untuk melakukan tugas khusus yang bekerja pada media khusus serta kondisi khusus juga. Enzim dalam getah daun pepaya ini dinamakan dengan enzim papain.

Enzim papaiin ini merupakan enzim proteolitik yaitu enzim yang bertugas untuk memecah protein menjadi molekul yang ukurannya lebih kecil, misalnya asam amino.

Nah bagaimana fungsinya dalam menjaga kualitas air kolam ikan? 

Yang membuat kolam butek dan jelek adalah kotoran ikan dan sisa makanan ikan, yang mana dua materi tadi adalah sisa atau limbah yang masih memiliki kandungan protein. 

Sisa makanan ikan jelas memiliki kandungan protein karena memang dibuat dengan bahan yang terkandung protein, sedangkan kotoran ikan masih terdapat sisa protein karena memang tidak mungkin 100% proteinnya akan terserap. Pasti ada sebagian kecil persen protein yang tidak terserap. Nah protein liar tadi yang ada dalam air butek kolam akan dipecah sehingga menjadi ukuran yang lebih kecil.

Sisa dari proses pemecahan protein tadi adalah endapan kotoran dan molekul kecil protein seperti asam amino dan lain sebagainya yang akan mempermudah proses penguraiannya oleh bakteri dalam kolam sehingga mengurangi penggunaan oksigen dalam air.

Beberapa penjelasan saya di atas hanyalah sekedar teori saja dari saya dan tidak bisa dijadikan acuan secara ilmiah. Namun banyak para pembudidaya menggunakan daun pepaya sebagai sarana untuk mengontrol kualitas air bagi ikan peliharaannya.

Demikian sedikit penjelasan dari saya mengenai daun pepaya untuk kontrol kualitas air kolam budidaya ikan. Semoga bermanfaat.