Peran Lada Hitam dalam Penyerapan Curcumin Temulawak Oleh Tubuh

Menilik Sejarah Manfaat curcumin temulawak di Nusantara

Temulawak dengan curcuminnya kita ketahui sudah jelas memberikan manfaat bagi manusia, terkhususnya sifat anti oksidan dan anti inflamasinya. 

Di negara kita pun temulawak juga sudah dikonsumsi dari jaman dulu oleh nenek moyang kita sebagai obat dalam bentuk jamu, berbarengan dengan tanaman lainnya. 


Ilustrasi lada ditambah temulawak

Walaupun tidak terdokumentasi dengan baik dengan metode ilmiah, namun pengamatan nenek moyang kita jaman dulu sangat bagus dan cukup logis.

Pembaca serampah.com yang budiman, orang-orang jaman dahulu, khususnya ahli obat herbal atau tabib mengamati langsung perbedaan hasil antara orang yang mengonsumsi temulawak dengan yang tidak. Dari situ maka tersiarlah kabar secara tutur dan diturunkan turun-menurun, hingga kita saat ini mendapati kabar dari masa lalu bahwa temulawak ini bermanfaat bagi kesehatan kita.

Sekarang dengan penelitian yang telah dilakukan oleh para ilmuan, maka kita bisa tahu bahwa temulawak memiliki sifat anti oksidan dan anti inflamasi. Dengan sifat itu beberapa penyakit yang berkaitan erat dengan sifat ini menurut healthline dot com adalah sebagai berikut:

  1. Penyakit Jantung
  2. Kanker
  3. Sindrom metabolik
  4. Penyakit Alzeimer
  5. Bermacam-macam kondisi degeneratif lainnya
  6. Penuaan dan penyakit yang berkaitan dengan umur tua


Sifat curcumin temulawak dan penyerapannya di tubuh manusia

Dengan manfaat dari temulawak di atas dalam menangani berbagai kondisi tubuh yang sakit, maka kita harusnya menyadari bahwa konsumsi temulawak adalah sebuah kewajiban. 

Selain itu dengan adanya berbagai macam produk temulawak, khususnya produk temulawak instan, maka sudah tidak menjadi hal yang merepotkan lagi bagi kita, terutama bagi orang yang disibukkan dengan urusan pekerjaan. 

Namun dari penelitian para ahli diketemukan sebuah fakta yang cukup mengagetkan. Curcumin dalam temulawak memiliki sifat lemah dalam penyerapan ke dalam tubuh manusia. 

Itu artinya, dari sekian banyak kita meminum temulawak hanya sangat sedikit saja curcumin  yang bisa kita serap. Banyak kandungan curcumin yang lewat saja dalam pencernakan kita. 

Dengan sangat sedikitnya curcumin yang diserap maka sedikit pula manfaat yang bisa kita dapatkan. Lantas apakah kita menjadi rugi setelah mengonsumsi temulawak selama ini?

Tentu tidak. Dengan penyerapan yang sangat sedikit itu saja kita sudah mendapatkan manfaat yang banyak, lalu bagaimana jika lebih banyak lagi zat itu kita serap? 

Baca juga: Inilah Bahan-bahan Dapur Anti-Karsinogenik untuk Melawan Kanker (Cancer)


Kandungan Piperin dalam lada hitam membantu penyerapan curcumin

Jawaban dari permasalahan di atas adalah lada hitam. Dalam lada hitam terdapat zat yang disebut dengan piperin. Sobat serampah.com yang berbahagia, dalam penelitian terbaru diketemukan fakta bahwa piperin mampu membantu tubuh dalam penyerapan curcumin.

Dilansir dari healthline dot com, piperin dapat membantu penyerapan curcumin hingga 2 % (dua persen). Peningkatan penyerapan yang cukup besar. 

Dari keterangan ini bisa kita simpulkan bahwa manfaat dari curcumin akan semakin kita rasakan bila kita mengonsumsinya berbarengan dengan lada hitam. Bahkan kita ketahui juga bahwa lada hitam juga memiliki segudang manfaat. Maka dari itu alangkah baiknya juga kita mengonsumsi temulawak berbarengan dengan lada hitam.

Pengunjung sarempah.com, demikian beberapa keterangan yang bisa kami sampaikan. Manfaat lada hitam akan kita tampilkan dalam postingan artikel selanjutnya.  

Baca juga:  Pengendalian mutu - > Cara Sortasi Lada (Merica) Hitam

Posting Komentar