Inilah Bahan-bahan Dapur Anti-Karsinogenik untuk Melawan Kanker (Cancer)

Beberapa kita mungkin meremehkan bahan-bahan yang ada di dapur kita dan menganggapnya hal biasa atau sekedar untuk bumbu saja. Namun banyak studi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa bahan-bahan dapur ini memiliki peran yang besar terhadap kesehatan kita, khususnya dalam melawan zat yang bersifat karsinogenik.


Ilustrasi bumbu dapur. Sumber gambar: tribunnews


Pengenalan Kanker dan Bahan Karsinogenik

Dilansir dari hellosehat, Kanker adalah penyakit yang timbul pada salah satu bagian tubuh (organ) manusia akibat sel abnormal yang tumbuh tidak terkontrol. Sel ini kemudian menyerang area di mana dia tumbuh dan menyebar ke bagian tubuh yang lainnya.

Sel abnormal ini bisa juga kita sebut sebagai sel pengkhianat. Kalau sel biasa dalam tubuh kita itu ada sebagai support sistem tubuh kita, namun sel abnormal ini malah menjadi perusak.

Zat karsinogenik adalah zat yang menjadi penyebab timbulnya sel kanker. Zat ini dalam kehidupan sehari-hari kita ada banyak. Beberapa contohnya menurut alodokter adalah rokok dan asap rokok, makanan yang gosong, bahan tambahan makanan seperti sakarin dan aspartam, makanan yang terkena pestisida, limbah industri, nitrat, boraks formalin, dan masih banyak lagi.

Beberapa benda yang nampak mungkin bisa mudah kita hindari, seperti rokok, makanan gosong dan makanan yang mencantumkan bahan yang bersifat karsinogenik tersebut. Namun untuk bahan makanan yang tidak dicantumkan, apalagi kita menyukainya, pasti sulit untuk dihindari. 

Para pembaca sarempah.com, berikut ini adalah beberapa bahan yang bersifat anti karsinogenik yang ternyata bisa kita dapatkan di dapur kita masing-masing. Atau kalau tidak ada di dapur ya kita bisa ke warung atau pasar.

1. Temulawak

Beberapa studi penelitian menunjukkan bahwa curcumin memiliki sifat anti kanker. Curcumin adalah zat yang terkandung dalam temulawak berwarna kuning. Curcumin memiliki kemampuan untuk membunuh dan mencegak pertumbuhan sel kanker. Ditambah lagi dengan sifat anti oksidannya, maka sangat baik lagi untuk kesehatan tubuh dalam mencegah berbagai penyakit.

2. Jahe

Dalam jahe terdapat komponen aktif yaitu 6-gingerol dan 6-shogaol yang menunjukkan sifat anti kanker. Dalam studi yang telah dilakukan, zat aktif dalam jahe di atas berperan terbukti nyata berpengaruh pada penyakit yang berhubungan dengan pencernakan dan membantu dalam menghancurkan sel kanker

Baca juga : Fakta Kesehatan Curcumin dalam Temulawak: Anti Inflamasi dan Anti Oksidan

3. Bawang Putih

Bawang putih adalah bumbu dapur yang paling umum dan populer yang ternyata memiliki peran yang sangat besar dalam pencegahan penyakit kanker. Bawang putih mempunyai kemampuan untuk menghalangi produksi sel yang memiliki indikator akan menjadi calon sel kanker. 

Selain itu bawang putih memiliki kemampuan untuk mempercepat perbaikan DNA dalam sel sehingga sel yang akan rusak yang berpotensi menjadi abnormal akan kemballi pulih menjadi sel normal. Bawang putih juga membantu dalam penurunan perkembangbiakan sel kanker. 

4. Lada Hitam

Lada hitam memiliki komponen yang disebut dengan piperin yang memiliki sifat anti oksidan. Sifat antioksidan inilah yang akan menjadikannya musuh bagi sel kanker. Selain itu, lada hitam menjadi duo dengan temulawak. Pasangan rempah ini bisa menjadi lebih dahsyat jika dipadukan. 

Sifat anti oksidan masing-masing rempah yang tinggi, ditambah dengan sifat pengkatalisa dari lada hitam ini untuk penyerapan curcumin dalam temulawak oleh tubuh menjadikan duo rempah ini semakin bagus dalam melawan sel kanker.

Posting Komentar