Serba Serbi Tanaman Jahe

Pendahuluan

Bagi saya Jahe adalah salah satu jawaban yang muncul ketika cuaca sedang dingin, ketika malam atau ketika badan sedang tidak sehat. Aroma dan nuansa hangat yang  dikeluarkan susu jahe, atau teh jahe membuat badan ikut menghangat dan menjadi lebih nyaman. Aroma yang dihasilkan juga sedap khas, hingga seolah-olah menjadi obat untuk melegakan tenggorokan.

Di wilayah Indonesia, khususnya kota tempat tinggal saya yaitu Jogja, jahe sangat mudah ditemukan. Kita tinggal berjalan sejenak ke tetangga kita yang berjualan sayur, di situ rimpang jahe sudah ngawe-ngawe (menanti melambai-lambai). Kalau mau lebih mbolang sedikit kita bisa menuju kebon tetangga dan cabut satu atau dua tanaman jahe. Tapi jangan lupa minta izin dulu sama yang punya.

Selain jahe segar banyak produk jahe instan yang bisa kita konsumsi dengan cepat dengan beragam bentuk, ukuran dan cara penyajian. Rasanya pun juga berbeda-beda. Begitu berlimpahnya jahe di sekitar kita, nikmat macam apa lagi yang kita dustakan?

Tanaman Jahe, sumber gambar: Dinas Pertanian Provinsi Banten


Klasifikasi Tanaman Jahe

Kingdom: Plantae

Division: Magnoliophyta

Class: Liliopsida

Order: Zingiberales

Family: Zingiberaceae

Genus: Zingiber

Species: Zingiber officinale


Karakteristik tanaman jahe

Bunga, Buah dan biji jahe

Jahe (ginger) adalah tanaman yang masuk ke dalam kelompok tanaman monokotil (biji berkeping satu). Jarang orang yang mengetahui wujud biji jahe, walaupun orang mengetahui bahwa jahe masuk dalam jenis tanaman monokotil.

Jahe muda yang telah ditanam dan dirawat dengan baik, maka akan berbunga antara 4 – 7 bulan setelah tanam. Bunganya indah berbentuk cone dan akan bertahan antara 70-80 hari, dari muncul sampai layunya.

Bunga tanaman jahe akan mekar dalam waktu singkat, hanya beberapa jam saja. Jika terjadi pembuahan maka akan menjadi buah. Jika tidak terjadi pembuahan, bunga akan layu begitu saja nantinya. 

Banyak petani jahe yang membuat patokan panen jahe adalah ketika sudah berbunga. Hal ini bisa saja terjadi karena waktu berbungan jahe itu tidak bisa dipastikan. Banyak faktor yang memengaruhi tanaman jahe akan berbunga. Lingkungan adalah faktor utama kapan tanaman jahe berbunga.

Ilustrasi tanaman jahe, sumber gambar: dreamstime.com

Sebagaimana tumbuhan berkeping satu pada umumnya, jahe juga menghasilkan biji dari buah yang dihasilkannya. Jahe adalah jenis tumbuhan monokotil, jadi jenis bijinya adalah berkeping satu. 

Gambar di bawah ini adalah penampakan penampang tanaman jahe. Bagian A adalah batang tanaman, B adalah bunga dan tangkainya, C akar jahe yang masih kecil, sedangkan D adalah penampakan daun buah dan biji di dalamnya.

Terlihat biji jahe berwarna hitam dilapisi selaput buah berwarna putih tipis. 

Gambar bagian tanaman jahe, batang, daun, buah dan biji, sumber gambar: jurnal Gardens’  Bulletin Singapore 67(1): 129–142. 2015 

Pada umumnya para petani akan menggunakan akar jahe untuk perbanyakan tanaman jahe daripada menggunakan bijinya. Sebagaimana kita tahu bahwa tanaman jahe memiliki Rhizoma, yaitu rimpang akar yang bisa menyimpan cadangan makanan dan juga berkembang biak secara vegetatif. 

Bagaimana Jahe Berkembang Biak

Jahe adalah tanaman yang cukup istimewa dalam memperbanyak dirinya. Jahe berkembang biak dengan dua cara, yaitu perkembangbiakan vegetatif dan perkembangbiakan generatif.

Perkembangbiakan jahe secara vegetatif menggunakan rhizoma, sehingga akan dihasilkan generasi baru tanaman jahe yang lebih cepat, banyak dan memiliki sifat sama persis dengan tanaman induk.

Berbeda dengan perkembangbiakan generatif mengunakan biji yang akan menghasilkan anakan yang sifatnya bisa bervariatif. 

Jenis-jenis tanaman jahe

Jahe adalah tanaman yang masuk ke dalam family zingiberaceae. Melansir dari kementrian pertanian (sitoba), tanaman ini bisa tumbuh sampai ketinggian 1 meter dengan warna hijau muda. Panjang daunnya 5 – 25 cm dengan lebar 1,5 sampai 2,5 cm seperti yang terlihat pada gambar di atas.

Rimpang jahe yang muncul di bagian akar merupakan modifikasi dari batang tanaman jahe, dengan sisik tipis yang merupakan bagian dari daun. Rimpang jahe ini merupakan bagian dari tanaman yang menyimpan cadangan makanan. Pada rimpang itulah kita bisa menemukan zat-zat yang bermanfaat bagi kita, seperti gingerol dan shogaol yang terasa hangat di badan jika kita konsumsi dan wangi aromanya.  

Umumnya dari perbedaan rimpangnya itulah tanaman jahe dibedakan jenisnya.

1. Jahe gajah
Jahe gajah adalah tanaman jahe yang menghasilkan rimpang jahe berwarna putih dan berukuran cukup besar. Jenis jahe ini banyak dikonsumsi segar karena memiliki aroma yang harum dan rasa yang tidak begitu pedas. Rimpang jahe yang dikonsumsi bisa yang berumur muda atau tua. Umur muda yang dimaksud secara umum yaitu sekitar 6 bulanan atau umur sekitar itu, sedangkan yang tua adalah di atas 10 bulan. Karena ukurannya yang besar, ada juga orang yang menyebut jahe ini dengan nama jahe badak.

2. Jahe emprit
Jahe emprit memiliki ukuran yang sesuai dengan namanya yang sama dengan burung emprit, alias kecil. Ukuran jahe ini kecil, namun memiliki rasa yang pedas. Jahe ini biasa digunakan untuk obat-obatan karena kandungan zat-zat di dalamnya yang tinggi. Biasanya jahe emprit dipanen ketika berumur tua. Semakin tua umur jahe semakin besar pula kandungan zat di dalamnya, dengan catatan perawatan tanamannya baik sehingga suplai nutrisi ke tanaman cukup.  Serat dalam rimpang jahe emprit tinggi, lebih tinggi daripada jahe gajah. Sebutan lain dari jahe ini adalah jahe sunti.

3. Jahe merah
Jahe merah memiliki warna batang dan daun yang sama dengan jenis jahe lainnya, namun rimpangnya berwarna merah. Ada yang berwarna merah muda sampai merah normal biasa. Jahe merah memiliki ukuran yang lebih kecil daripada jahe gajah, namun lebih tinggi daripada jahe emprit. Rasa pedas yang dihasilkan juga berada di tengah, antara jahe gajah dan jahe emprit.  

Berikut ini adalah tabel perbedaan spesifik tamanan jahe yang dilansir dari sebuah karya tulis dari universitas diponegoro pada link ini


Bagian tanaman

Jahe gajah

Jahe emprit

Jahe merah

Struktur rimpang

Besar berbuku

Kecil berlapis

Kecil berlapis

Warna irisan

Putih kekuningan

Putih kekuningan

Jingga muda sampai merah

Berat per rimpang (kg)

0,18-2,08

0,10-1,58

0,20-1,40

Diameter rimpang (cm)

8,47-8,50

3,27-4,05

4,20-4,26

Kadar minyak atsiri (%)

0,82-1,66

1,50-3,50

2,58-3,90

Kadar pati (%)

55,10

54,70

44,99

Kadar serat (%)

6,89

6,59

-

Kadar abu (%)

6,60-7,57

7,39-8,90

7,46

Dilansir dari newworldencyclopedia dalam rimpang jahe terdapat 50% kandungan pati, 9% protein, 6-8% lipid (gliserida, asam lemak, asam fosfat dll.), sekitar 2% protease, 1-3% minyak volatil (gingerol, shogaol, zingiberene, zingiberol) dan vitamin A serta niacin yang persentasenya mirip dengan minyak volatil. Minyak volatil yang dikandung oleh rimpang jahe memberikan aroma dan rasa pedas. 

Daftar Negara Produsen Jahe Dunia

Indonesia adalah salah satu negara produsen jahe dunia. Dengan iklim tropis maka ketersediaan air dan paparan sinar matahari yang kontinyu , maka perkembangan tanaman jahe sangat bagus sehingga menurut data dari FAO pada tahun 2019, Indonesia menduduki peringkat kelima dalam daftar negara produsen jahe terbesar di dunia. Berikut ini adalah tabel urutan negara penghasil jahe di dunia: 

No

Negara

Metric Tons

Tahun

YoY

1

India

996,041.00

2019

+11.5 %

2

China

552,192.00

2019

+3.5 %

3

Nigeria

375,305.00

2019

+1.7 %

4

Nepal

293,094.00

2019

+3.2 %

5

Indonesia

228,707.00

2019

+10.3 %

6

Thailand

170,673.00

2019

+1.6 %

7

Bangladesh

80,659.00

2019

+1.5 %

8

Cameroon

69,621.00

2019

+6.2 %

9

Japan

47,859.00

2019

+1.8 %

10

Philippines

27,890.00

2019

-0.1 %

11

Mali

26,842.00

2019

+14.1 %

12

Taiwan

22,167.00

2019

-5.2 %

13

Sri Lanka

15,826.00

2019

+11.4 %

14

Malaysia

11,513.00

2019

+15.8 %

15

Ethiopia

11,036.00

2019

+2.4 %






Posting Komentar